Rabu, 09 September 2015

KENAPA KALIAN MESTI BERJALAN JAUH ?

LONG MARCH TRADISI
Sejarah long march pada sejarah perjuangan NKRI bermula pada peristiwa long march (berjalan kaki jauh) pindahnya TNI dari Jawa Tengah ke Jawa Barat tahun 1949 sebagai konsekuensi dari perjanjian Renville. Sebuah perjalanan jauh para patriot dengan penuh semangat juang & pengorbanan.
Long March bagi Mapala UPN adalah tradisi. Tradisi long march (perjalanan jauh) yang menempuh jarak puluhan kilometer. Tradisi yang menurun dari generasi ke generasi.
Tradisi Longmarch Mapala UPN biasa dilakukan pada:
(1) Memasuki medan latih pendidikan & latihan dasar.
(2) Pergesaran / perpindahan dari satu medan latih satu ke tempat medan latih yang lain
(3) Menutup rangkaian pendidikan dan latihan, menuju ke kampus.
Paparan terik matahari, menanarkan mata. Diujung garis batas pandangan. Jalanan aspal itu seolah bermataforgana, menguap tampak dari kejauhan.
Awan mendung, sekali waktu melintas adalah anugerah Tuhan, yang berbelas kasihan kepada kami.
Dan hujan pun bersambut kegembiraan. Karena sepanjang perjalanan, kami bisa sedikit minum, dari air hujan yang menampar muka.
Namun jika hujan turun ditengah malam. Maka beda urusan. Derap langkah kaki yang terus berjalan itu adalah cara. Cara, agar badan tak dingin. Hingga pakaian basah & kering dibadan.
Sepatu berbaris dalam satu barisan. Saling bertumbuk, ketika rekan didepan menahan langkah.
Atau mata yang mulai terkantuk, karena jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari.
Langkah mulai terhuyun karena beban tas dipundak. Sementara keinginan berjalan itu masih ada, namun telapak kaki mulai luka-luka.
“Ya terus berjalan dalam satu barisan.”
Longmarch adalah cara perenungan bagi setiap siswa. Setiap kilometer, seolah jarak untuk kembali menawarkan diri. Untuk apa aku disini?
Namun perjalanan masih jauh. Tatapan senior pendamping cukup bagi kami untuk meneruskan langkah. Membawa bendera, sampai dengan tujuan.
TRADISI Longmarch Mapala UPN :
- Longmarch (LM) dipimpin oleh seorang koordinator longmarch (Kolong). Yang terhubung langsung via komunikasi HT Koordinator lapangan (Korlap).
- Korlap mengendalikan operasi & menyambut rombongan pada titik-titik tertentu.
- Pilihan jalur longmarch adalah jalur-jalur sepi / pegunungan. Jalan raya yang relatif sepi. Menghindari pusat pemukiman. Jika pun melewati pemukiman adalah pilihan kedua.
- Longmarch adalah berjalan kaki dengan capaian target waktu & kilometer. Tidak ada aktifitas preasure (tekanan) sepanjang long march
- Longmarch adalah aktifitas perenungan. Bukan untuk dipertontonkan ke khalayak. Siswa tidak diperkenankan kontak dengan orang sekitar, selama diperjalanan. Cukup diwakilkan oleh pendamping.
- Koordinator longmarch mengantongi surat ijin melintas dari para pihak.
- Salah satu pendamping bertugas mengawal (mendahului) rombongan besar. Untuk memastikan jalur aman terkondisi.
- Komponen kelengkapan longmarch adalah; medis (M), dokumentasi (D) dan pendamping (P).
- Medis bertugas untuk memastikan kondisi siswa sehat. Medis tak berseragam / tak bertanda medis. Menyatu dengan pendamping lain.
- Dokumentasi bertugas meliput gambar & suasana selama perjalanan. Baik pada jarak dekat maupun jarak jauh.
- Pendamping berbanding 7 : 1. Tujuh siswa diawasi melekat oleh seorang pendamping. Untuk memastikan kondisi / dinamika siswa secara individu maupun kelompok besar.
- Siswa dan pendamping berjalan jauh (longmarch) dalam spirit / suasana kebatinan yang sama.
Longmarch adalah berjalan dalam diam.
Bukan parade, karnaval atau unjuk kekuatan.
Longmarch adalah perjalanan jauh untuk mencapai sebuah tujuan.
Dan tujuan itu bukanlah sebuah tempat diujung jalan.
Namun tujuan itu ada, disetiap dada kami masing-masing
25 TAHUN MAPALA UPN UNTUK INDONESIA