![]() |
| Foto Tribun Jogja |
GALIA NEWS - Banyaknya sampah yang berada di sepanjang Sungai Lamat, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang menimbulkan keprihatinan.
Ribuan pelajar di sejumlah sekolah yang berada di Muntilan kemudian tergerak untuk membersihkan sungai yang berada di pusat Kota Muntilan ini dari sampah agar lingkungan tetap lestari, Jumat (11/9/2015).
Sejumlah pelajar yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari SMP Marsudirini, SMP Kanisius, SMA Van Lith, SMA Marsudirini, SMK Sanjaya, dan SMK Pangudi Luhur Muntilan.
Sekitar 1.500 pelajar beberapa sekolah di Muntilan ini berjibaku dengan sampah di sepanjang aliran sungai yang aliran airnya berhulu di Gunung Merapi ini.
Direktur Museum Misi Muntilan Kabupaten Magelang, Romo Yosep Nugroho Tri Sumartono menjelaskan, upaya membersihkan aliran Sungai Lamat dari sampah ini merupakan bagian dari upaya pengelola Museum Misi Muntilan mengembangkan kepedulian pelajar terhadap kelestarian lingkungan alam.
“Ada cukup banyak sampah bertebaran di sepanjang alur Kali Lamat. Hal inilah yang bisa berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan membuat situasi sungai menjadi kotor. Kami berupaya membersihkan dengan gerakan ini,” ujarnya, Jumat (11/9/2015).
Dia mengatakan, tentang pentingnya membangun sikap peduli masyarakat, mulai dari anak-anak, terhadap kelestarian dan keasrian lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, budaya bukan sekadar kesenian, tetapi juga menyangkut kebiasaan hidup manusia yang bermakna.
“Manusia perlu meningkatkan kepedulian untuk menjaga alam sebagai rumahnya. Anak-anak terus dipupuk sikap budaya yang mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan," katanya.(tribunjogja.com)
