GALIA NEWS (Informasi Online Mapala Upn Jogja) - Papua, Kali ini jalan- jalan anggota MAPALA UPN "Veteran"Yogyakarta jelajahi di tanah papua, tepatnya dipesisir laut arafuru di sisi barat timika dan mengenal lebih dekat suku komoro papua.
Perjalanan dimulai dari Jogjakarta - timika bandara moses kilangin dengan transit di bandara ngurah rai bali mengunakan pesawat udara.
Perjalanan kurang lebih dapat ditempuh dengan waktu 5 jam perjalanan udara, pesawat dari bandara internasional Adisucipto Yogyakarta berangkat pukul 20.30 menuju Bali sampai pukul 22.30 Waktu Indonesia Tengah. menunggu sampai pukul 1.30 dilanjutkan perjalanan menuju timika pukul 05.30 waktu Indonesia timur, timika terpaut selisih waktu 2 jam dari Yogyakarta, sampai lah di timika,
Saat pesawat di atas langit timika terlihat jelas hutan yang lebat dan sungai besar berkelok2 sampai di bandara pun samping bandara hutan lebat tidak sabar aku untuk masuk hutan. sampai di timika langsung istirahat dan menyusun rencana untuk operasional esok hari dengan warga lokal memcari speedboat dan perlengkapan logistik untuk dilapangkan.
Esuk hari H2 ditimka bangun jam 4 lalu kita berangkat menuju pelabuhan, mengunakan speed boat kita menuju lokasi pronggo tujuan kita yang kurang lebih 4 jam perjalanan kalo lancar, dipinggir muara pelabuhan Sundah terdapat banyak permukiman suku komoro yang berada di pinggir sungai dan mengunakan terpal.
Awal perjalanan sangat asik dan menyenangkan udara sejuk matahari belum terlalu panas ombak pun sangat tenang setelah keluar muara speed boat melaju dengan kencang di laut arafuru perjalanan 2 jam ombak di laut naik dan kencang ditambah dengan mesin speed boat yang satu mati dan beberapa tim sudah mabuk laut, akhirnya diputuskan untuk putar balik menuju Puskesmas wawia untuk menungu ombak datar lg di esuk harinya, sampai di muara sungai dan menuju Puskesmas wawia disambut pegawai Puskesmas yang semuanya adalah tenaga dinas kesehatan yang ditempatkan di lokasi ini hingga 2 tahun yang berasal dari medan, Toraja, padang, NTT.
Kita dimasakin ikan goreng dan pisang goreng, makan ngobrol2 dan tidur. di Puskesmas yang penduduk sekitarnya hanya ada beberapa rumah saja.
Perjalanan pagi kita lanjutkan pukul 6 pagi, cuaca cukup cerah tapi terlihat air di muara sedikit bergelombang, langsung speedboat melaju keluar muara dan masuk daerah laut arafuru langsung melaju kencang walaupun sedikit bergelombang ombak nya. sampai masuk ke muara pronggo mesin mati sebelah dan harus berhenti untuk perbaikan, sempat terayun2 di tengah laut dan membuat sedikit pusing, akhirnya enginee hidup dan dilanjutkan masuk ke muara dengan lancar dan berlabuh di pinggir muara, terlihat beberapa kapal besar bersandar, saat sampai darat dapat informasi itu adalah kapal tambang milik perusahaan Cina yang melakukan penambangan pasir besi dan biji emas yang sudah mau pergi karena ijin usaha yang tidak beres.
Langsung saja kita masuk kampung pronggo ketemu kepala desa dan kita lanjutkan makan siang di sebuah warung milik orang ambon, terlihat rumah sudah rapi dan terbuat dari kayu dengan atap seng. tetapi di pinggir muara masih ada penduduk yang mengunakan terpal untuk membuat rumah. suko komoro adalah suku yang berada di pinggir pantai dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan menjual hasil tangkapan ke pengepul dan hasil nya digunakan untuk makan beli beras dan lain sebagainya, mereka tidak bertani, sehingga kebutuhan nya banyak dari hasil laut. malam ini kita tidur di rumah warga.
esuk harinnya kita menuju hutan mangrove dan siang kembali ke kampung dan prepare melanjutkan perjalanan menuju timika. sore sampai timika. istirahat dan siapkan peralatan menuju Jogja kembali. ( Tendjo MPA)



