Selasa, 13 Oktober 2015

Petani Itu Adalah Pecinta Alam dan Mapala Yang Menjadi Petani



Galia News - Jogja, Mengunjungi sedulur lawas di Cangkringan, kaki Merapi. Beberapa tahun lalu kedua anak muda ini sepakat untuk menepi dari kesibukan kota Jogja.

Mereka mulai mengolah lahan dan bercocok tanam ditanah yang subur. Cita-cita mereka adalah berdaulat kembali menjadi petani yang peduli dengan kelestarian lingkungan hidup.

Jika dulu mendaki gunung mengusung tas besar. Maka sekarang mengusung pupuk dan hasil panenan. Jika dulu mendaki gunung membawa golok tebas, kini pun masih terus terampil dan terasah.

MAPALA itu mencintai alam, mencintai lingkungan, mencintai anak istri dan mencintai sesama. Alhamdulilllah hasil panennya pun bisa dibawa ke Banjarnegara. Untuk sedulur-sedulur petani yang sedang dilanda tanah longsor.

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman apapun atau bertani dengan tumbuhan apapun, lalu tanaman tersebut dimakan oleh oleh manusia, atau binatang melata atau sesuatu yang lain, kecuali hal itu akan bernilai sedekah untuknya.” (HR. Muslim).

Edi Setiadi anggota Mapala upn Jogja dan Bangun Handono anggota Mapala upn Jogja Matur nuwun Semoga Alloh Pemilik Merapi dan langit diatasnya merahmati kalian. (Pakze Mpa // Bgl Mpa 06.172)





Anggota mapala upn jogja BosEdi dan Bangun Handono yang sukses menjadi petani / foto pakze mapala upn jogja