Sabtu, 05 September 2015

Mapala UPN Menjadikan Mahasiswa Bernilai Plus

View Gunung Merapi dari puncak Gunung Merbabu (anggi teguh / mapala upn)

GALIA NEWS - Pada era pembangunan saat ini, pemerintah dan swasta membutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk dapat menggerakan roda perekonomian, tenaga kerja tersebut tentu saja harus dapat bersaing agar dapat memperoleh pekerjaan yang diharapkan. Persaingan dalam mendapatkan pekerjaan tentu saja berkaitan erat dengan kemampuan personal dalam berkomunikasi dan menguasai bidangnya, oleh karena itu kita dituntut untuk memilki pengetahuan yang luas dibidangnya serta menjadi pribadi yang berkualitas dan bernilai lebih.

Sebuah pengetahuan dibidangnya tentu saja ditempuh dengan jalan akademik, baik kuliah maupun kursus, dimana kemampuan dibidang kerja yang dipelajari harus diserap dengan baik sebagai modal dasar dalam penguasaan bidang kerja. Dalam kenyataannya, sebuah penguasaan bidang kerja tidak satu - satnya yg harus dimiliki tenaga kerja, ada sisi lain yang harus dimiliki sebagai pembeda atau nilai plus dari orang tersebut, yaitu kemampuan bersosialisai, berkoordinasi, berkomunikasi, memecahkan masalah atau kemampuan - kemampuan lain yang bukan sebatas pengetahuan dasar ilmu dibidangnya. Kemampuan tersebut hanya dapat diperoleh dari berorganisasi, karena dalam berorganisasi kita diajarkan dengan berbagai kepemimpinan, kegiatan, kepanitiaan, struktur kepengurusan, dan tugas - tugas lain yang menjadi pembelajaran kita untuk mengasah kemampuan personal dalam mengorganisir tugas.

Mapala UPN "Veteran" Yogyakarta sebagai salah satu organisasi kepecintaalaman di lingkungan Kampus UPN "Veteran" Yogyakarta, yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Minat Khusus mampu menyediakan itu semua guna menjadikan anggotanya memiliki nilai plus, sebuah nilai yang menjadi point penting untuk menambah kemampuan personal.

Selain hal Mapala UPN mengajarkan tentang ilmu kepecintaalaman dan menjelajah setiap sudut alam, banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengasah kemampuan individual, misalnya tentang kepemimpinan karena Mapala UPN dipimpin oleh seorang ketua, bagaimana mengorganisir kegiatan karena kegiatan dan kepanitiaan selalu ada di setiap agenda kepengurusan, ilmu - ilmu yang berhubungan dengan sosialisasi bermasyarakat, tanggap peduli terhadap sesama, kemampuan komunikasi yang lebih baik, mengorganisir event, memiliki daya imajinasi yang baik, dan berkepribadian yang kuat karena alam yang menjadi guru dan segudang ilmu non akademik yang dapat digali.

Seorang mahasiswa yang lulus dari Kampus dan hanya berbekal IPK akan menjadi pencari kerja pada umumnya, tanpa bekal dasar tentang pengalaman berorganisasi yang mengajarkan akan kemampuan personal dalam mengorganisir diri sendiri, tugas  dan orang lain. Organisasi Mapala UPN akan dapat memberikan dan menyediakan media  belajar untuk mengasah kemampuan non akademis, dimana akan menjadi pembeda dari mahasiswa lain yang setiap hari hanya berkutat dengan kuliah, tugas dan malam minggu. (Wd)